SIDOARJO – MTs Negeri 2 Sidoarjo resmi menjadi tuan rumah pelaksanaan Supervisi Klinis Pembelajaran untuk mata pelajaran Bahasa Inggris pada Kamis, 29 Januari 2026. Agenda yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini merupakan bagian dari rangkaian Program Guru Transformasional Kota Surabaya, sebuah inisiatif dari PT Pegadaian yang dilaksanakan oleh Putera Sampoerna Foundation (PSF) bekerja sama dengan Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur dan MTsN 2 Sidoarjo.

Kegiatan supervisi ini menjadi tahap krusial untuk mengimplementasikan materi yang telah didapatkan para peserta dalam diklat intensif yang berlangsung sejak 26 hingga 30 Januari 2026. Dalam pelaksanaannya, terdapat empat kelas yang dijadikan laboratorium praktik bagi para Guru Model, yang terdiri dari guru MTs Surabaya serta perwakilan guru MAN dan MTs dari wilayah Sidoarjo.
​Jalannya pembelajaran ini dipantau langsung oleh tim supervisor untuk memastikan setiap inovasi pembelajaran dapat tersampaikan dengan efektif kepada para peserta didik. Kehadiran program ini di MTsN 2 Sidoarjo diharapkan mampu memperkuat implementasi pengetahuan dan keterampilan pelatihan yang telah diterima para guru.

Dalam sambutan pembukaannya, Kepala MTsN 2 Sidoarjo memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya inovasi dan pengembangan diri bagi tenaga pendidik secara terus-menerus. Beliau menyampaikan pesan inspiratif bahwa pada hakikatnya tidak ada anak yang tidak bisa dididik, melainkan yang ada hanyalah guru yang belum menemukan metode mendidik yang tepat. Hal ini menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan seperti ini adalah kunci utama keberhasilan pendidikan di madrasah.
​Senada dengan hal tersebut, Ibu Marfuatin Nafi’ah, selaku guru mata pelajaran Bahasa Inggris di MTsN 2 Sidoarjo, mengungkapkan nilai penting dari program ini dalam sesi wawancara terpisah. Beliau menyatakan bahwa pelatihan dan supervisi klinis ini merupakan sarana refleksi yang sangat berharga bagi para guru untuk meningkatkan kualitas instruksional di kelas. Menurutnya, program ini memberikan wawasan baru mengenai pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif dan kreatif, sehingga diharapkan mampu meningkatkan minat serta kemampuan literasi Bahasa Inggris para siswa secara signifikan.