SIDOARJO – Langkah strategis dalam memperkuat kualitas calon pendidik masa depan kembali digelar. Pada Senin (09/02) pukul 08.00 WIB, MTsN 2 Sidoarjo resmi menerima 15 mahasiswa praktikan dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sunan Ampel Surabaya.Kehadiran para mahasiswa ini membawa warna baru karena berasal dari berbagai disiplin ilmu yang kompetitif, meliputi jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Pendidikan Bahasa Inggris, dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Pertemuan ini mempertegas hubungan harmonis yang telah lama terjalin antara dunia akademis dan instansi pendidikan di lapangan. Prosesi serah terima dilakukan secara resmi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ibu Nailil Inayah, M.Pd., dan diterima langsung dengan hangat oleh Kepala MTsN 2 Sidoarjo, Bapak Ahmad Mujahidin, S.Ag, M.Pd. Menyerap Ilmu, Mengasah AdaptasiDalam arahannya, Ibu Nailil Inayah menekankan bahwa ruang kelas adalah laboratorium nyata bagi mahasiswa. Ia mendorong 15 mahasiswa tersebut untuk proaktif dan tidak menjaga jarak dengan realitas sekolah.”Mahasiswa harus mampu beradaptasi dengan cepat, mengambil ilmu dari seluruh guru senior, dan selalu menjaga komunikasi intensif dengan guru pamong agar program ini berjalan maksimal,” pesannya.Pendidik sebagai Garda KarakterSenada dengan hal tersebut, Kepala MTsN 2 Sidoarjo, Bapak Ahmad Mujahidin, menyambut baik kehadiran para calon guru dan tenaga kependidikan ini. Beliau menyoroti esensi pendidik di era modern yang tidak boleh digantikan oleh teknologi: yakni sisi kemanusiaan dan karakter.”Jadilah guru yang bukan hanya sekadar mentransfer ilmu, tetapi jadilah pendidik sejati yang peduli pada pendidikan karakter. Baik kalian yang dari jurusan Bahasa maupun Manajemen Pendidikan, di tangan kalianlah masa depan generasi yang tangguh menghadapi tantangan zaman diletakkan,” tutur Bapak Ahmad Mujahidin.Sorotan Utama Kegiatan:Lokasi: Aula MTsN 2 Sidoarjo.Peserta: 15 Mahasiswa FTIK UINSA (PBA, Bahasa Inggris, & MPI).Esensi Kerjasama: Kolaborasi antara teori kampus dan praktik lapangan guna menghasilkan lulusan yang adaptif, disiplin, dan berintegritas.Melalui sinergi ini, diharapkan para mahasiswa mampu menjalankan tugas dengan profesionalisme tinggi—mulai dari kedisiplinan di basecamp hingga etika berpakaian—sebagai cerminan marwah seorang pendidik. Navigasi pos Puncak Peringatan HAB ke-80 Kemenag Sidoarjo Dari Satyalancana Hingga Prestasi Olahraga